Selamat Datang di situs materi perkuliahan yang diampu oleh Rizki, S.Si., M.P email: khi_bio@yahoo.com

Welcome on Rizkibio Web Learning


Bismillahirrahmaanirrahiim

Selamat datang di Web bimbingan Rizki, S.Si., M.P., Lecturer Program Studi Budidaya Tanaman Hortikultura, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Web ini di buat dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan dan memahami konsep-konsep tentang mata kuliah yang dibimbing oleh penulis. Mereka tetap dapat mengakses materi tentang perkuliahan dimanapun mereka berada melalui smartphone, netbook, laptop, atau komputer yang terhubung dengan internet. Web ini juga dapat membantu mahasiswa dalam melakukan praktikum karena dalam web ini juga disediakan foto-foto objek atau gambar bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam praktikum (dalam pengembangan).
Semoga bermanfaat dan Selamat Belajar...........

Mollusca


Molusca (filum Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewantriploblastikselomata yang bertubuh lunak, umumnya memiliki mantel yang dapat menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.

Ciri-ciri Umum
  • Tubuh simetris bilateral, tidak bersegmen kecuali pada monoplacophora.
  • Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor, kepala yang bersifat khusus.
  • Coeloem mereduksi, dinding tubuh tebal dan berotot.
  • Pada permukaan ventral dinding tubuh terdapat kaki berotot yang secara umum digunakan untuk bergerak.
  • Dinding tubuh sebelah dorsal meluas menjadi satu atau sepasang lipatan, yaitu mantel atau pallium. Mantel merupakan ciri khas struktur tubuh molusca. Fungsi mantel adalah mensekresi cangkang dan melingkupi rongga mantel yang di dalamnya berisi insang.
  • Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka kedalam rongga mantel.
  • Saluran pencernaan berkembang baik.
  • Memiliki sistem peredaran darah dan jantung.
  • Organ ekskresi berupa ginjal yang berjumlah sepasang atau terkadang hanya berjumlah satu buah.
  • Memiliki sebuah cincin saraf yang berhubungan dengan dua pasang tali saraf.
  • Ovum berukuran kecil dan mengandung sedikit kuning telur.
Klasifikasi
Pengklasifikasian berdasarkan atas kaki dan cangkang ( menurut Haris 1992) dibedakan menjadi 7 kelas:

1. Kelas Aplacophora

Anggota kelas ini berjumlah sekitar 300 spesies, tubuh berbentuk seperti cacing dan umumnya berukuran panjang 2,5 cm. namun ada yang berukuran panjang 5 mm. tubuh memiliki sisik calcareous dan spikula sebagai pengganti cangkang. Sebagian besar hewan ini berjalan perlahan didasar laut dan juga ditemukan melilit pada hydroid atau karang lunak (filum cnidaria) yang merupakan makanannya. Anggota kelas ini ada yang memiliki radula ada juga yang tidak. Umumnya Aplacophora (neomeniomorf) adalah hermaprodit dan saluran gonad meluas kerongga mantel, bahkan salah satunya langsung dari gonat dan lainnya biasanya dari rongga pericardial.

2. Kelas Monoclaphopora

Contoh spesies dari kelas ini yang paling umum adalah Neoplina galatheae.

Hewan ini hidup di dasar laut yang dalam. Secara morfologi, hewan ini berbentuk oval dan dilindungi oleh cangkang tunggal yang simetri bilateral dengan puncak cangkang melengkung ke depan. Kepala terdapat di bagian ventral yang mengandung mulut dan kaki pipih.

3. Kelas Polyclaphopora

Contoh spesies dari kelas ini adalah Chiton sp, (Sugiri, 1989). 

a. Habitat

Chiton sp. Merupakan hewan akuatik yang ditemukan di daerah pantai. Biasanya ia melekat pada karang, kerang, atau batu karang. Hewan ini melekat pada karang dengan sangat kuat.

b. Struktur Tubuh

Bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral, simetri bilateral, terdiri dari kaki, kepala dan massa visceral yang dilindungi oleh mantel. Di bagian orsal tubuh terdapat cangkang yang terdiri dari 8 buah keeping yang tersusun tutup menutup. Kepala terdapat di ujung depan yang tidak begitu nyata, tanpa mat dan tentakel Di bagian ventral terdapat kaki berotot yang pipih dan berlendir.

c. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, faring yang mengandung radula, esophagus, lambung, usus, dan anus. Radula berupa pita yang bersifat tanduk dan mengandung sejumlah gigi-gigi pemotong.

d. Sistem Sirkulasi

Alat peredaran darah terdiri atas jantung pada ruang perkard di sebeah ujung posterior-dorsal, sinus dan pembuluh darah. Darah yang berasal dari tubuh masuk ke jantung melalui sinus.

e. Sistem Ekskresi

Alat ekskresi berupa sepasang nefridium yang berasal dari pericardium. Nefridium ini bermuara dalam rongga mantel di depan anus.

f. Sistem saraf

Sistem saraf terdiri dari cincin sirkum esophageal dan dua pasang tali saraf longitudinal yang member inevarsi pada kaki dan mantel. Pada hewan ini tidak ditemukan adanya gaglion saraf dengan system saraf berupa saraf tangga tali yang saling dihubungkan dengan saraf penghubung.

g. Sistem Reproduksi

Hewan ini bersifat diesius, dimana fertilisasi berlangsung secara eksternal. Telur berkembang menjadi larva trokofor yang berbentuk bundar dengan tubuh yang ditutupi oleh silia.

4. Kelas Scaphopoda

Scaphopoda adalah hewan dari anggota hewan yang tidak bertulang belakang yang termasuk dalam filum molusca. Contoh dari Scaphopoda adalah Dentalium fulgare. Hewan ini hidup di laut atau di pantai yang berlumpur, cangkangnya tajam, berbentuk taring/terompet yang kedua ujungnya terbuka karena disesuaikan dengan tempat hidupnya, yaitu di laut dan terpendam di dalam pasir/lumpur. Jika berwisata ke pantai, Anda mungkin dapat menjumpai hewan ini. Ketika berjalan di pantai, kadang-kadang kita bisa tertusuk telapak kakinya, jadi kita harus berhati-hati. Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar untuk menggali pasir.

5. Kelas gastropoda

"Gastro" berarti "perut", sementara "poda" berarti kaki. Yang termasuk dalam golongan ini adalah hewan lunak, baik yang bercangkang maupun tidak bercangkang, Menggunakan perutnya untuk melata atau pergerakan. Gastropoda yang bercangkang memilikicangkang tunggal. 
Siput atau keong adalah nama umum yang diberikan untuk anggota kelasmoluscaGastropoda. Dalam arti sempit, istilah ini diberikan bagi mereka yang memiliki cangkang bergelung pada tahap dewasa. Dalam arti luas, yang juga menjadi makna "Gastropoda", mencakup siput dan siput telanjang (siput tanpa cangkang). Habitat, bentuk, tingkah laku, dan anatomi siput pun sangat bervariasi diantara anggota-anggotanya.Contoh: keong dan siput.

Gastropoda adalah salah satu kelas dalam filum Mollusca yang memiliki alat gerak pada bagian perut. Gastropoda memiliki cangkang yang berbentuk spiral sehingga tubuhnya tidak bersifat simetris bilateral, Tubuh terdiri dari kaki, kepala, massa visceral yang dilindung oleh mantel. Hewan ini biasanya memiliki sebuah atau beberapa insang. Pada kepala terdapat dua pasang mantel.Habitat dari hewa-hewan yang termasuk dalam kelas Gastrpoda meliputi daratan, air tawar dan air laut. Contoh spesies dari kelas ini adalah Bekicot (Achatina fulica).

a. Habitat

Achatina fulica adalah anggota kelas gastropoda yang hidup di darat. Hewan ini umumnya hidup di tanah-tanah yang lembab atau bersembunyi di balik rumpun pepohonan.

b. Struktur Tubuh

Tubuh terdiri atas kepala, kaki dan massa jerohan (visceral). Pada kepala terdapat dua pasang tentakel. Seasang yang berukuran pendek sebagai indera pembau dan sepasang tentakel panjang yang mengandung organ mata. Mulut terletak di bagian kepala tepat di bawah tentakel. Kaki merupakan alat untuk merayap yang mengandung selaput mukosa yang mengahsilkan lendir. Cangkang spiral membukus organ-organ visceral ang dilapisi oleh mantel pada sisi dalamnya.

c. Sistem Pencernaan

Alat-alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, massa bucal, esophagus, kelenjr ludah, tembolok, lambung, kelenjar pencernaan, usus, rectum, dan berakhir pada dubur. Makanan yang berupa dedaunan diambil dengan menggunakan mandibula bersifat tanduk dan dihncurkan oleh radula.

d. Sistem Sirkulasi dan respirasi

Darah Achatina fulica terdiri dari sel-sl darah dan plasma yang tidak berwarna. Alat peredaran darah terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas sebuah atrium dan ventrikel berotot, dan sinus . Dari ventrikel keluar aorta yang bercabang menjadi aorta posterior yang memasok kelanjar pencernaan dan aorta anterior ang memasok darah ke kepala dan kaki. Darah dari kapiler arteri masuk ke kapiler vena lalu mauk ke jantung melalui sinus. Darah dari sinus akan masuk ke dinding rongga mantel. Setelah terjadi pertukaran gas, darah yang kaya akan oksigen masuk ke vena pulmonalis menuju atrium.

e. Sistem saraf

Sistem saraf terdiri dari ganglion-ganglion dan serabut saraf. Ada lima pasang ganglion,. Ganglion supraeofageal ang terletak di atas esophagus, dari ganglion ini keluar serabut saraf menuju anterior ke ganglion bukal, ke mata pada ganglion ocular, ke mulut pada ganglion olfaktoeri. Selain itu terdapat saraf penghubung yang menghubungkan ganglion supraesofageal dengan ganglion di bawah esophagus.

f. Sistem Reproduksi

Bekicot (Achatina fulica) bersifat hermafrodit., namun dalam pembuahan tetap dibutuhkan dua individu karena spermatozoa pada satu individu tidak bertemu dengan ovum. Telur dan spermatozoa dihasilkan dalam ovostestis. Alat reproduki eksternal yang berupa vagina dan penis brmuara pada atrium genital.

6. Kelas Cephalopoda

Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya berarti "kaki di kepala" diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). 

Struktur Tubuh

Jika kita amati, hewan ini memiliki ciri khas, yaitu mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan alat pengisap. Alat ini terdapat pada kepala yang berguna untuk menangkap mangsa. Misalnya, pada cumi-cumi dan sotong mempunyai 8 tentakel pendek dan 2 tentakel yang panjang. Nautilus mempunyai sekitar 60-90 tentakel. Gurita mempunyai 8 tentakel. Pada kepala terdapat sepasang mata yang telah berkembang dengan baik, yaitu memiliki lensa mata dan iris, tetapi tidak mempunyai kelopak mata, dapat membedakan beraneka ragam lingkungan. Dengan mata yang tajam dapat segera menghindari musuh sehingga jenis Mollusca ini lebih maju dibandingkan dengan yang lainnya. Ada juga lengan penangkap yang bersatu membentuk bagian leher, corong, sifon (sebagai jalan keluar masuknya air). Sifon ini berfungsi sebagai alat untuk menyemprotkan air. Di sebelah perut terdapat kantung tinta yang mengandung pigmen melanin. Semua anggota hewan ini memilikinya, kecuali Nautilus. Fungsi tinta itu yaitu untuk menghindari musuh. Pada saat musuh datang, tinta ini akan disemprotkan melalui sifon. Setelah air keruh, ia akan meluncur melesat meninggalkan tempat tersebut. Cephalopoda ini juga memiliki mantel, terletak di bagian punggung (dorsal) yang melekat pada tubuh, sedangkan pada bagian perut (ventral) mantelnya tidak melekat sehingga tubuh berbentuk rongga. 

Sistem organ

Sistem pencernaannya adalah dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus yang letaknya pada bagian tubuh di sebelah bawah sifon. Respirasinya dengan menggunakan insang, sedangkan sistem sirkulasinya adalah peredaran darah tertutup. Jantung mempunyai satu bilik dan dua serambi. Sistem ekskresinya berupa dua kantong ginjal. Sistem saraf hewan ini terdiri atas simpul otak, simpul kaki, dan simpul alat-alat dalam. Alat kelamin pada hewan ini sudah dipisahkan. 

Perkembangbiakan

Pada saat perkawinan, hewan jantan menyalurkan sel sperma ke dalam rongga mantel hewan betina dengan menggunakan lengan yang terletak pada bagian ventral, kemudian terjadilah pembuahan. Ovum akan tumbuh dan berkembang di dalam tubuh, kemudian menetas. Setelah cukup dewasa akan keluar dari dalam tubuh dan hidup bebas.

7. Kelas Peleycopoda

Struktur Tubuh

Jika diamati, cangkangnya terbagi dalam dua belahan yang diikat oleh ligamen sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Ligamen ini biasanya selalu terbuka, apabila diganggu, maka akan menutup. Jadi, membuka dan menutupnya cangkang diatur oleh ligamen yang dibantu oleh dua macam otot, yaitu pada bagian anterior dan posterior. Tampak garis konsentris yang sejajar, garis ini disebut sebagai garis pertumbuhan yang menunjukkanmasa pertumbuhan lamban atau tidak ada pertumbuhan. Garis ini berselangseling dengan pita pertumbuhan yang menunjukkan pertumbuhan cepat. Semakin banyak garis dan pita pertumbuhan, maka makin tua umur hewan tersebut. Bagian cangkang yang paling tua biasanya paling tebal, menonjol, letaknya pada bagian persendiaan yang disebut umbo. Pada bagian posterior cangkang ada dua macam celah yang disebut sifon. Celah yang berada di dekat anus dinamakan sifon, berfungsi untuk keluar masuknya air dan zatzat sisa. Sebaliknya sifon masuk terletak di bagian sebelah bawah sifon keluar yang berfungsi untuk masuknya oksigen, air, dan makanan.

Cangkang Palacypoda

Cangkang/rumah Palacypoda terdiri atas bagian-bagian berikut:
  • Periostrakum, Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung. Jika basah berwarna biru tua, jika kering berwarna coklat.
  • Prisma, Prisma merupakan lapisan tengah yang tersusun dari kristal kalsit.
  • Nakre, Nakre disebut sebagai lapisan induk mutiara yang tersusun dari lapisanlapisan tipis paralel dan kalsit (karbonat) yang tampak mengkilat.
  • Mantel, Mantel terletak di bawah nakreas yang terdiri atas sel-sel nakreas (yang sekretnya membentuk lapisan nakreas dan membentuk mutiara) jaringan ikat, dan sel-sel epitelium yang bersilia.
Sistem Organ

Sistem pencernaannya dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut dan anusnya terletak dalam rongga mantel. Sistem ekskresinya menggunakan sepasang nefridium yang berfungsi seperti ginjal. Adapun sistem sarafnya terdiri atas otak, simpul saraf kaki, dan simpul saraf otot. Sistem peredaran darahnya terbuka, jantungnya terdiri atas sebuah bilik dan dua serambi. Respirasinya dengan menggunakan insang.

Daur Hidup

Hewan ini ada yang bersifat hermaprodit dan kebanyakan hewan ini mempunyai alat kelamin yang terpisah. Pada saat terjadi perkawinan, alat kelamin jantan akan mengeluarkan sperma ke air dan akan masuk dalam tubuh hewan betina. Melalui sifon air masuk, sehingga terjadilah pembuahan. Ovum akan tumbuh dan berkembang yang melekat pada insang dalam ruang mantel, kemudian akan menetas dan keluarlah larva yang disebut glokidium. Larva ini akan keluar dari dalam tubuh hewan betina melalui sifon air keluar, kemudian larva tersebut menempel pada insang atau sirip ikan dan larva tersebut akan dibungkus oleh lendir dari kulit ikan. Larva ini bersifat sebagai parasit kurang lebih selama 3 minggu. Setelah tumbuh dewasa, larva akan melepaskan diri dari insang atau sirip ikan dan akan hidup bebas.


loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Info Kesehatan Anda

loading...

Rizkibio Web Learning

Entri Populer